新闻是有分量的

利物浦vs莱斯特城:Para Serigala memburu kado拳击日

2015年12月26日下午3:16发布
2015年12月26日下午3:19更新

PARA SERIGALA。 Penyerang莱斯特城Jamie Vardy melakukan pemanasan jelang pertandingan melawan Chelsea di King Power Stadium di Leicester,Inggris,pada 14 Desember 2015. Foto oleh Paul Ellis / AFP

PARA SERIGALA。 Penyerang莱斯特城Jamie Vardy melakukan pemanasan jelang pertandingan melawan Chelsea di King Power Stadium di Leicester,Inggris,pada 14 Desember 2015. Foto oleh Paul Ellis / AFP

雅加达,印度尼西亚 - Pekan-pekan berat masih dihadapi莱斯特城。 Setelah mengatasi Chelsea dan Everton,pasukan Claudio Ranieri harus bertandang ke Anfield untuk menghadapi Liverpool pada Boxing Day,Sabtu,26 Desember,pukul 22.00 WIB。

Banyak orang menunggu sejauh mana klub berjuluk 狐狸 (para serigala)itu akan bertahan di puncak klasemen英超联赛。 Mereka dibayang-bayangi Arsenal di posisi kedua dengan selisih hanya 2 poin。

Sejauh ini,klub milik konsorsium泰国亚洲足球投资(AFI)tersebut baru sekali mampu mengalahkan klub besar。 Yakni menghajar Chelsea 2-1 pada dua matchday lalu。 Mereka takluk melawan Arsenal pada 9月26日dengan skor telak 2-5 dan bermain seri 1-1 melawan曼联,11月29日。

Tapi,kekalahan atas Arsenal tersebut menjadi satu-satunya yang dialami Wes Morgan dan kawan-kawan。 Selebihnya,mereka mampu tampil konsisten dan produktif dengan mengemas 11 kemenangan。 Jauh lebih baik dibanding Arsenal yang tiga kali keok。

Apakah kali ini kemenangan bakal kembali diraih莱斯特?

Menghadapi利物浦,skuat Ranieri hampir 全队 Dua pemain spektakuler mereka,Jamie Vardy dan Riyad Mahrez,bisa diturunkan。 Meski keluar sebelum laga melawan Everton berakhir pada pekan lalu,Vardy masih prima。 Ranieri tidak memainkannya dengan penuh untuk memberi istirahat ekstra。

Manajer asal Italia itu hanya kehilangan Daniel Drinkwater yang cedera。 Bek Robert Huth yang selesai menjalani hukuman akumulasi kartu juga sudah bisa dimainkan。

Tapi,bisakah Leicester yang mengandalkan kecepatan dan serangan balik mengatasi strategi counter press alias gegenpressing ala Liverpool?

Gegenpressing gagal melawan tim kecil

Gegenpressing merupakan pendekatan taktik Klopp yang dia kembangkan sejak kiprahnya di Bundesliga bersama Borussia Dortmund(2008-2015)。

Strategi tersebut cukup kompleks。 Namun,inti dari jurus tersebut adalah melakukan press alias tekanan kepada lawan sejak mereka berada di daerahnya。 Dan jika bola sudah direbut,para pemain akan menyerbu daerah lawan untuk mencetak gol。

Namun,tuah strategi itu mulai memudar。 Dalam empat pertandingan mereka di semua ajang,tak sekalipun kemenangan yang ditorehkan klub berjuluk The Reds Padahal lawan-lawan Jordan Henderson dan kawan-kawan bukan klub tangguh。

Tapi,justru itu yang menarik。 Gegenpressing sukses menghajar klub-klub dengan kemampuan taktikal yang bagus。 Misalnya Chelsea yang mereka kalahkan 3-1 dan Manchester 4-1。 Namun,filosofi bermain Klopp itu tidak mempan saat digunakan melawan klub-klub kecil yang permainannya lebih sederhana。

利物浦takluk 0-2 atas纽卡斯尔联队dan pekan lalu dihajar沃特福德tiga gol tanpa balas。 Apa yang salah dengan gegenpressing

Umumnya klub-klub besar kerap bermain dengan penguasaan bola yang dominan。 Konsekuensinya,mereka harus lebih banyak memainkan 高防御线别名garis pertahanan tinggi。 Gegenpressing sangat pas karena jika bola berhasil direbut sejak lini pertahanan,peluang mencetak gol sangat besar。

Para pemain利物浦tampaknya belum sepenuhnya beradaptasi dengan skema tersebut。 策略itu justru membuat mereka kerap lemah dengan inisiatif serangan dari sayap。

Kekalahan 0-3 dari Watford membuktikannya。 Beberapa kali ancaman gol datang dari sayap。 Gol前锋Watford Odion Ighalo di menit ke-85 justru berasal dari crossing Valon Behrami dari area sayap kiri Liverpool yang dijaga Alberto Moreno。

Bahaya bagi利物浦。 Leicester justru mengandalkan serangan dari sayap。 Kecepatan Riyad Mahrez di sayap kanan bakal membuat bek kiri Liverpool Alberto Moreno kocar-kacir。 Belum lagi pergerakan前锋Jamie Vardy yang juga dianugerahi kecepatan luar biasa。 Jika tak bisa diredam,mereka berdua bakal menghancurkan Kop -julukan Liverpool。

莱斯特:sedikit peluang,banyak gol

Situasi itu semakin diperburuk dengan kemampuan para penyerang利物浦mengeksekusi peluang。 转换率 (rasio peluang terhadap gol)sangat rendah。 Dari 179 tembakan mereka ke gawang,hanya 20 yang jadi gol(11,2 persen)。 转换率 tersebut merupakan yang terendah keempat di Premier League。

Bandingkan dengan 转换率莱斯特城杨men menai 23持续。 Padahal,angka peluang mereka lebih sedikit dibanding Liverpool。

Jika Liverpool memiliki 179 peluang,Leicester hanya 161. Namun,rasio gol klub yang dua musim lalu masih berada di kasta kedua sepak bola Inggris,Championship,itu jauh lebih tinggi。 Artinya,莱斯特lebih mampu memanfaatkan sedikit peluang menjadi gol。

Fakta itu sudah masuk dalam catatan Klopp。 Menurut dia,justru itu yang berbahaya dari Leicester。 Mereka tak perlu banyak peluang untuk bisa mencetak gol。 “Kita tidak perlu lagi kaget dengan penampilan mereka。 Kami akan langsung fokus meredam mereka sejak menit pertama。 Tidak ada lagi start buruk seperti saat melawan Watford,“katanya seperti dikutip 。

Dengan statistik yang inferior terhadap Leicester,Liverpool juga harus menghadapi fakta pahit bahwa dua bek andalan tak bisa dimainkan。

Dejan Lovren belum pulih。 Sedangkan Martin Skrtel untuk kali pertama harus absen dari line up Liverpool karena cedera saat melawan Watford。 Padahal,Skrtel adalah pilihan terbaik Klopp。 Manajer asal Jerman itu pun terpaksa harus menduetkan Mamadou Sakho dengan Kolo Toure di jantung pertahanan。

Untungnya,Henderson dan Lucas Leiva masih适合自己。 Hanya,Klopp harus mampu merevitalisasi peran Leiva yang tidak efektif bertahan dalam laga melawan Watford。

Dengan sederet kondisi tersebut,tak pelak Ranieri masih sangat percaya dengan anak asuhnya。 Apalagi mereka selalu tampil tanpa beban。 Mereka kini juga menjadi tim kesayangan dari suporter klub lain。

“Orang-orang mulai berkata,tidak apa-apa tim kami kalah kalau Leicester yang menang。 Tentu saja ini sesuatu yang sangat membahagiakan,“kata Ranieri。 Apakah kebahagiaan akan kembali datang malam nanti? -Rappler.com

BACA JUGA: